Senin, 27 April 2026

Kasdim 1628/Sumbawa Barat Hadir dalam Vicon Rakor Inflasi Bersama Pemda

 



Sumbawa Barat, NTB – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menggelar rapat koordinasi (rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui video conference (vicon) yang berlangsung di Ruang Rapat Graha Fitra, Kantor Bupati Sumbawa Barat, Senin (27/04/2026) pukul 09.00 WITA. 


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., dan dihadiri sekitar 14 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdim 1628/Sumbawa Barat Mayor Cba Agus S.H, Asisten II Pemda Syahril S.T, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P, perwakilan Dinas Koperindag, Bapenda, serta tamu undangan lainnya.


Dalam rakor tersebut, sejumlah pemaparan disampaikan oleh instansi terkait, di antaranya Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Satgas Pangan TNI/Polri, serta Staf Ahli Panglima TNI. Secara umum disampaikan bahwa kondisi ketersediaan pangan nasional masih relatif aman dan terkendali, meskipun terdapat beberapa tantangan pada aspek distribusi, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.


Bulog menyoroti kondisi distribusi beras yang masih dalam tahap penyesuaian, dengan realisasi penyaluran bantuan pangan baru mencapai sekitar 20 persen. Sementara itu, Bapanas menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi distribusi untuk menjaga stabilitas harga di daerah.


Dari sisi produksi, Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa komoditas strategis seperti padi, jagung, dan hortikultura dalam kondisi cukup baik, didukung dengan program pemerintah berupa distribusi pupuk bersubsidi, benih unggul, serta bantuan alat dan mesin pertanian.


Sementara itu, Satgas Pangan TNI/Polri mengungkapkan adanya tren kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti daging sapi, minyak goreng, dan gula konsumsi, yang dipengaruhi oleh kenaikan biaya logistik dan kemasan. 


Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Adha, diperkirakan permintaan akan meningkat sehingga diperlukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga.


Dalam paparannya, Staf Ahli Panglima TNI menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pengendalian inflasi melalui berbagai program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan unit produksi di sektor pertanian, perikanan, peternakan, kesehatan, dan konsumsi.


Rakor ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, serta stakeholder terkait dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta ditutup pada pukul 12.00 WITA.


Secara umum, kondisi pangan di Kabupaten Sumbawa Barat dinilai masih aman. Namun demikian, sejumlah tantangan seperti distribusi yang belum optimal, kenaikan biaya logistik, serta potensi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan menjadi perhatian bersama. 


Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih intensif dan langkah strategis guna mencegah terjadinya inflasi di daerah.


(Pendim 1628/KSB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Situasi Terkendali, Pengamanan Pelabuhan Poto Tano Berlangsung Lancar

  Sumbawa Barat – Pada Selasa (28/4/2026) pukul 09.58 WITA, anggota Koramil 1628-04/Poto Tano, Koptu Putu Angrayasa, melaksanakan kegiatan p...